Translator

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Tampilkan postingan dengan label Fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiksi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Maret 2011

Sebuah Surat Imajinatif untuk Meyna Puteri Melati (6)

ORKESTRA TANPA OUTRO

Keselamatan bagimu, bagiku dan orang-orang yang kita sayangi. Semoga perlindungan senantiasa dilimpahkan-Nya kepada kita semua. Amin. Saya minta maaf kalau baru sempat membalas suratmu. Bukan mau beralasan, tapi itu  terjadi karena baru-baru ini saya tertimpa musibah. Demam berdarah yang dulunya cuma sebatas pendengaranku ternyata akhirnya menginvasi trombositku hingga level 60 ribu. Celakanya lagi, obat-obat demam yang saya konsumsi turut mengganggu fungsi faal heparku sehingga membuat SGOT dan SGPT-ku overload. Karena kuatir bisa menjadi hepatitis, maka jadilah saya mendekam di kota kita selama sebulan. Ya, hitung-hitung sekalian liburanlah.

Sabtu, 29 Januari 2011

Sebuah Surat Imajinatif untuk Meyna Puteri Melati (3)

Sebuah Surat Imajinatif untuk Meyna Puteri Melati (3):
Bukan Sekedar Sepeda Oemar Bakri


Mey, sampai sekarang saya masih di Palu, di kota teluk yang kalau malam sangat indah. Bukit dan gunung yang mengelilinginya berisi ribuan lampu rumah penduduk yang tinggal di ketinggian. Semuanya seakan-akan menjadi serombongan kunang-kunang raksasa dan dapat memantulkan cahaya dari lautan biru di bawahnya.

Rabu, 26 Januari 2011

Sebuah Surat Imajinatif untuk Meyna Puteri Melati (2)

Sebuah Surat Imajinatif untuk Meyna Puteri Melati (2):
MENANAM LOGIKA DI KEBUN RASA



Mey, saya masih di Palu. Tadi subuh baru tiba dari Tinombo, sebuah kota kecil di Jazirah Timur Sulteng. Pada umumnya, orang-orang yang hendak ke Manado via darat akan melewati daerah ini. Jalur trans Sulawesi memang tepat membelah jantung kotanya. Secara administratif, Tinombo berada di bawah naungan
 
Get Published Blogs - BlogCatalog Blog Directory