Translator

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Tampilkan postingan dengan label Adventure. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adventure. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 April 2011

Patahan Pos 13 Bawakaraeng

Suatu sore di tahun 92, saya duduk  di pinggir sebuah danau kecil di kawasan Lembah Lowe yang terletak pada area pegunungan Lompobattang, Sulawesi Selatan. Tempat ini merupakan titik kesekian saya dalam upaya memastikan posisi beberapa puncak yang tidak tercantum pada peta dengan menggunakan teknik intersection. Kami memang sedang dalam misi mempersiapkan area ini untuk dijadikan lokasi kegiatan yang akan berlangsung beberapa waktu kemudian. Merasa tugas yang diberikan untuk hari itu telah kelar dan waktu - sebelum malam membutakan pandangan - masih banyak, saya pun mencoba mencari sebuah tempat
yang belakangan membuat saya dan seorang teman sangat penasaran. Sebuah tempat yang diyakini banyak pendaki saat itu musykil untuk dilewati. Sebuah tempat yang dikenal dengan sebutan Patahan Pos 13 Bawakaraeng.

Senin, 28 Maret 2011

BONINGTON'S MANAGEMENT STYLE: Ilmu Manajemen ala Pendaki Gunung


Sir Chris Bonington
Sebagai sebuah alternatif hobi atau profesi, mendaki gunung memang tidak sepopuler bermusik, sepak bola atau bahkan memancing. Di negara kita, kegiatan ini - seperti juga kegiatan ekstrim lainnya - malah sering dicap sebagai kegiatan tidak berguna alias sia-sia. Sebagian besar orang tua akan langsung memperlihatkan sikap resisten bila mengetahui anak remajanya mulai ikut-ikutan berniat membeli carrier untuk pergi ke gunung. Pola pendidikan yang diterapkan di sekolah-sekolah juga tidak sepenuhnya "memberi jalan" - untuk tidak dikatakan ogah-ogahan - bagi hobi yang sering diklaim potensil mengirim nyawa ke alam baka dengan lebih cepat ini. 

Jumat, 11 Maret 2011

Seri 14 Eight Thousanders - The X-Files; Clara Sumarwati dan Puncak Everest


Clara di Puncak
Googling terkadang membuat perasaan seperti permen Nano-nano, campur aduk. Contohnya, seperti ketika saya menemukan artikel temtang 3 wanita Filipina yang diklaim sebagai “First ASEAN Woman to Climb Mt. Everest!" (lihat link terkait no. 1). Atau pada artikel Perpustakaan Negara Malaysia yang menyatakan bahwa Malaysia adalah Negara ASEAN pertama yang berhasil menyentuh Puncak Everest (lihat link terkait no.2). Sedih, kesal, geram bercampur menjadi satu. Bukan apa-apa, kenyataan yang terjadi sebenarnya tidak seperti itu. 

Untuk urusan mendaki gunung, saya sebenarnya pengagum aliran berpikir “Because it is There” – nya Mallory atau kesimpelan Jerzy Kukuczka dengan statemen lugasnya: “I went to the Mountains and climb them. That’s all.”

Rabu, 09 Maret 2011

Seri 14 Eight Thousanders: Messner vs Kukuczka?

Jerzy "Jurek" Kukuczka
Apa yang tergambar dalam benak anda ketika membaca judul di atas? Saya yakin jawabannya pasti semacam duel, perlombaan atau sebuah pertandingan. Tapi harapan saya terhadap apa yang tergambar dalam benak anda ketika selesai membaca tulisan ini adalah sebaliknya; tidak mengasumsikan kisah mereka sebagai duel, perlombaan atau sebuah pertandingan.. Sebab mereka bukanlah petarung atau sebuah klub olahraga – meski dalam konteks berbeda, mereka

Minggu, 06 Maret 2011

Seri 14 Eight Thousanders - Maurice Wilson; Antara Kebodohan dan Keteguhan Hati

Maurice Wilson
Ketika pertama membaca kisah pendakian Maurice Wilson ke Everest pada sebuah bulletin saat masih kuliah, kesimpulan yang tertanam dalam benak saya adalah sebuah kebodohan yang fatal. Hampir 20 tahun saya percaya hanya pada satu kesimpulan tersebut. Namun ketika iseng-iseng melakukan Googling awal tahun ini, satu kesimpulan tadi nampaknya akan memiliki “teman”.

Kamis, 03 Maret 2011

Seri 14 Eight Thousanders - EIGHT THOUSANDERS; 14, 21 atau 22 buah?


Seperti yang kita ketahui selama ini, gunung dengan ketinggian di atas 8000 meter (eight-thousanders) dari permukaan laut berjumlah 14 buah. Semuanya terletak di kawasan pegunungan Himalaya dan Karakoram, terbentang pada 5 negara di Asia dan semuanya telah disentuh oleh manusia. Gunung-gunung tersebut menjadi “sasaran selanjutnya” setelah Zaman Keemasan Pendakian Gunung di Alpen (1854-1865) berakhir. Berdasarkan urutan tertinggi, puncak-puncak tersebut adalah: Everest (8848), K2 (8611), Kanchenjunga (8586), Lhotse (8516), Makalu (8485), Cho Oyu (8201), Dhaulagiri I (8167), Manaslu (8163), Nanga Parbat (8126), Annapurna I (8091), Hidden Peak (8080), Broad Peak (8051), Gasherbrum II (8034) dan Shishapangma (8027). 

Kamis, 27 Januari 2011

MUSIBAH DI GUNUNG: SIAPA YANG SALAH?

“Climb if you will, but remember that courage and strength are naught without prudence, and that momentary negligence may destroy the happiness of a lifetime. Do nothing in haste, look well to each step, and from beginning think what may be the end.”
(Edward Whymper)

Minggu, 23 Januari 2011

Kontroversi Klasik Pendakian Gunung

Mengapa Mendaki Gunung?
(Sebuah Kontroversi Klasik)


Tanggal 29 Mei 1953 merupakan hari bersejarah bagi penduduk bumi. Setelah “ditemukan” pada 1852, dianalisa sekitar tiga per empat abad dan coba didaki selama 32 tahun, puncak tertinggi dunia Mt. Everest (8848 m) akhirnya berhasil disentuh manusia. Edmund P. Hillary (Selandia Baru) dan Tenzing Norgay (Nepal)
 
Get Published Blogs - BlogCatalog Blog Directory